SEKADAR SAJAK —Rose Novia Di tepi telaga yang luas dan tenang itu kupandangi lagi wajahmu. Betapa lebat sepasang alis matamu betapa hebat engkau menggentarkan hatiku. Matamu, bola dunia yang sesungguhnya itu ternyata menyimpan ketenangan dan keluasan sebuah telaga. Sungguh segar udara kuhirup di sela embusan napasmu. Aku pun percaya bibirmu yang sehat dan pipimu yang padat tak kalah mempesona tinimbang tanah coklat menumbuhkan aneka bunga. Menyusuri seluruh rahasia dan keindahan di wajahmu hatiku sampan kecil yang sengsara terguncang seketika, mabuk dalam pusaran senyumanmu yang bersahaja. Di dekatmu, derita hidup itu tak ada. Bahkan saat kupandangi lagi matamu yang teduh aku benar-benar lupa bahwa aku sekadar menulis sajak, di tepi sebuah telaga.