Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Resensi

KISAH DI BALIK LAGU ABAH IWAN

Judul Buku:      Mentari Sang Kelana: Cerita dan Makna Lagu-lagu Iwan Abdulrachman Penulis:             Arie Malangyudo Penerbit:           Kepustakaan Populer Gramedia Tahun Terbit:    September, 2017 (Cetakan Pertama)   Halaman:          xii + 273 hlm; 14 cm x 21 cm ISBN:               978-602-424-676-1 Iwan Abdulrachman alias Abah Iwan adalah nama penting dalam khazanah musik balada (folks) Indonesia. Karakternya kuat. Karya-karyanya memukau dan mantap. Kiprahnya sebagai musikus membentang sejak usia 17 tahun hingga sekarang. Lewat buku Mentari Sang Kelana: Cerita dan Makna Lagu-lagu Iwan Abdulrachman; Arie Malangyudo berupaya menggali pesan sekaligus menyingkap asbabu-nuzul lagu-lagu yang ditulis sang maestro. Sejak 196...

Satu Ulasan tentang Buku Joko Pinurbo

UPAYA PUITWIT MENAKLUKAN PUISI Penyair Joko Pinurbo (Jokpin) menerbitkan buku barunya, Haduh aku di-follow . Berbeda dengan buku puisi sebelumnya, karya Jokpin kali ini hadir dengan sampul yang sangat mencolok. Buku dengan ukuran yang lebih besar dibanding buku Jokpin lainnya ini, seluruh halamannya dipenuhi ilustrasi-ilustrasi menarik karya Rio Suzandy. Jika melihat selintas, penggemar fanatik Jokpin mungkin akan kecewa melihat buku terbaru penyair kesayangannya hadir dengan kondisi ngepop . Terlepas dari penampilannya, buku yang memuat tulisan Jokpin   ini saya kira sangat layak dibicarakan. Dasar penyair, terlebih penyair Jokpin, berbagai upaya terus ditempuh untuk memanjangkan nafas kepenyairannya. Setelah sukses dengan “celana”, “ranjang”, “kuburan”, dan “ibu”, obsesi Jokpin untuk terus mengeksplorasi benda-benda domestik lain di sekitar tubuh manusia ternyata belum habis. Bahkan secara radikal, dalam Haduh , aku di-follow , upaya Jokpin untuk mengeksplorasi be...

Satu Ulasan tentang Buku Kereta Api

Sejarah Kereta Api di Priangan Judul: Kereta Api di Priangan Tempo Doeloe Penulis: Sudarsono Katam Cetakan: Pertama, 2014 Penerbit: Pustaka Jaya Tebal: ix + 179 halaman ISBN: 978-979-419-430-0 Sejarah perkeretaapian di Priangan pada dasarnya dapat dilihat sebagai salah satu monumen kejayaan pemerintah kolonial. Sejak menduduki Tatar Priangan pada abad 16, pemerintah Belanda nyatanya tidak hanya meninggalkan rasa benci di benak sebagian kaum pribumi. Taman-taman yang mereka buat, kebun teh dan kina, sejumlah straat juga gedung-gedung dengan arsitektur menakjubkan, terbukti menimbulkan decak kagum dan rasa hormat. Lewat Sejarah Kereta Api di Priangan Tempo Doeloe , Soedarsono Katam berusaha memberikan informasi mengenai masa-masa di mana alat transportasi massal peninggalan kolonial, kereta api, menjadi bagian penting bagi aktivitas masyarakat Tatar Priangan. Buku ini dibuka dengan sedikit penjelasan tentang Pembentukan Kere...